Berita Duka: Prof. Ir. Kamarlis Karim, M.S

Kamarlis KarimBERITA DUKA: Prof. Ir. Kamarlis Karim, M.S

Innalillahi wa innailaihi raji'un.
Segenap civitas akademika Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas berpulang ke Rahmatullah salah seorang keluarga kita, Bapak Prof. Ir. Kamarlis Karim, M.S (Guru Besar, Pensiunan Dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala) pada Hari Rabu Tanggal 1 Januari 2020 Pukul 08.00 WIB di Banda Aceh. Rumah Duka Jl. Meulu No D-14, Dusun Timur, Gampong Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

 

Semoga Almarhum husnul khatimah dan diampuni dosa-dosanya. Bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Amin.

 

Wassalam,

Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Syiah Kuala,

Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc.

 


Pelepasan Jenazah almarhum Prof. Kamarlis Karim, MS yang mewakili sivitas akademika Unsyiah oleh Wakil Rektor 2 Unsyiah Dr. Ir. Agussabti, M. Si

duka kamarlis 02 duka kamarlis 03
duka kamarlis 04 duka kamarlis 05
duka kamarlis 06  

 


Selamat Jalan Maha Guru

Oleh:  Dr. Ir. Azhar, M.Sc.
(Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unsyiah)

Darussalam, 23 Mei 2018
Arloji menunjukkan angka 11.47 WIB, ketika panggilan telpon masuk. Dengan suara lantang, pria berusia 85 tahun mengucapkan salam dan pembicaraan bermula dengan saling bertanyakan kabar.

Sebenarnya, panggilan telpon dari pria yang pernah mengabdi di Malaysia sebagai guru pada tahun 1970 – 1973 ini bukan yang pertama. Medio 2017, pria berbadan gempal dan masih menyimpan memori sangat kuat ketika bercerita berbagai pengalaman dan nostalgia juga pernah menelpon saya. Pada waktu itu, beliau menelpon saya hanya karena pernah membaca salah satu tulisan saya di harian Serambi Indonesia. Pada saat itu, pria asal Bukit Tinggi Sumatera Barat ini ingin memastikan apakah saya yang dimaksud yang menulis opini itu.

Memang saya mempunyai hubungan emosional dengan beliau terutama pada tahun-tahun pertama saya mengabdi di Fakultas Pertanian 23 tahun yang lalu. Usia kami terpaut lebih 35 tahun. Selain sebagai murid semasa kuliah S1, kami sering berdiskusi dengan berbagai topik dan beliau sangat antusias mengikuti perkembangan Malaysia sebab beliau tahu saya pernah melanjutkan kuliah S2 dan S3 di negeri Jiran. Selain itu, beliau juga masih memantau perkembangan kampus meskipun sudah tidak aktif lagi sebagai dosen lebih 10 tahun yang lalu.

Hari ini, saya mengira tidak ada yang terlalu penting yang ingin beliau sampaikan kepada saya. Ternyata benar, beliau sepertinya hanya ingin berbagi noltalgia dengan saya. Mengawali pembicaraan via telpon, beliau bercerita mengenai pengalaman beliau mengajar di Negeri Sembilan Malaysia sebagai guru sekolah menengah. Berbagai kenangan selama di Malaysia dengan lancar mengalir padahal kejadian sudah berlangsung 40 tahun lebih namun beliau masih ingat sekali dengan nama-nama seperti Kuala Pilah, kedai runcit, kastam dan istilah-istilah dalam Bahasa Melayu lainnya.

Cerita terus mengalir. Beliau menceritakan berbagai kiprah di fakultas sewaktu kembali dari pengabdian di Malaysia. Pernah menjadi Dekan Fakultas Pertanian selama 2 (dua) periode dan mendapat berbagai prestasi serta memiliki banyak murid yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Satu hal yang sangat menakjubkan saya adalah ketika beliau bercerita. Beliau sangat sistematis dan menyebutkan nama seseorang maupun menyebutkan tempat dengan tepat. Ingatan beliau masih sangat bagus untuk usia yang mendekati 90 tahun. Sewaktu beliau memimpin fakultas, Ibrahim Hasan sebagai rektor. Tidak jarang beliau “berseberangan” dengan Ibrahim Hasan dalam berbagai kebijakan di tingkat fakultas. Namun, beliau sangat pintar berhujah sehingga berbagai kebijakan yang awalnya tidak disetujui Ibrahim Hasan dengan berbagai cara akhirnya disetujui.

Ada tiga program yang sangat berkesan bagi beliau. Pertama semasa kepemimpinan beliau berhasil mendirikan program sarjana (S1). Kedua beliau berhasil mendirikan Jurusan Ilmu Tanah dan terakhir beliau mengirimkan dosen untuk studi master di beberapa universitas terkenal dijawa (IPB, UGM).

Azan berkumandang dari Masjid, pembicaraan terpaksa kami akhiri meskipun masih banyak hal yang ingin beliau utarakan. Di layar telpon tercatat angka 60 menit, 12 detik durasi pembicaraan kami. Beliau adalah Profesor Kamarlis Karim (Pensiunan Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala).

Darussalam, 23 Mei 2018

Hari ini 01 Januari 2020 di lembaran awal tahun, beliau dipanggil kepangkuan Allah SWT, SELAMAT JALAN MAHA GURU putra terbaik yang telah meletakkan kerangka dasar ilmu pertanian dimana murid-muridmu bertebaran di provinsi Aceh berjibaku membangun pertanian (Langsa, 01/01/2020)

 


 

Selamat Jalan Guru Kami - Jasamu Dikenang Sepanjang Masa

Oleh:  Prof. Dr. Ir. Yuswar Yunus, M.P. 
(Dosen Program Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Unsyiah)

Allahuakbar....
berita duka dalam kenangan
guru kami telah tiada
kami tertunduk lesu
desis kami dalam doa....
sampai disini tiba saatnya
ke alam baqa beliau pergi
beliau telah menutup mata....
untuk selamanya
kami segera berdoa
profesor sejati pengukir sejarah
telah meninggalkan kami murid-muridnya...
kenanganpun mulai membayang
saat demo besar/terpadu Unsyiah & UIN Ar Ranirry 01 Muharram 1398 (12 September 1977) menjelang sidang umum MPR 1978
orasi yang kami sampaikan di DPRA telah mengharuskan sang profesor sebagai Dekan FP, memanggil kami: Beliau sangat santun menegur kami, dengan penuh kebapakan beliau berbicara lemah lembut menasihati, sekaligus mengayomi sebagai anak-anaknya
hormat kepada guru kami :
Prof. Ir. Kamarlis Karim, MS
kini....
telah tiba masanya...
kami harus melepaskan kepergian sang panutan
tepat 01 Januari 2020
bumi Serambi Mekah
menangis...
lama sudah
Abu Syiah Kuala
menunggu kedatanganmu
di alam nun jauh disana....
di barzah ada pelaminan untuk para pendidik...
ilmu yang bermanfaat sebagai balasan....
para ulama ingin bermesra dengan mu
di astana peristirahatan mu yang terakhir....
padahal jauh sebelumnya
Lubuk Basung engkau dilahirkan
15 Oktober 1933 yang lalu
kau jauh marantau
demi Aceh yang dicintai....
kini.....
linangan embun kesedihan kami curahkan
sebagai taburan bunga air mata membasahi bumi
dari ribuan murid-muridmu...
yang bermukim di bumi persada
kami menadah tangan
berdoa untuk mu..
kami ikhlaskan
wahai profesor panutan kami...
padahal 4 Desember 2019 engkau menelpon kami.....
hanya mengatakan kekangenan mu
& itu adalah kesan mu yang terakhir................................................................
selamat jalan
untuk mu penisepuh kami
jasamu selalu dikenang
sepanjang masa...
karena pada kondisi ekonomi lemah...
kau berani membuka afiliasi ke IPB dan ke UGM
kau mampu mengirim
para mahasiswa pioner untuk disiapkan sebagai dosen di Unsyiah...
kau menghadap Gubernur Muzakkir Walad minta beasiswa untuk murid-muridmu sebagai ibnu sabil di pulau Jawa..
padahal kondisi FP yang serba terbatas
kau buktikan pula terobosanmu dengan membuka program S1 di kampus jantoong hatee.....
kini jasamu menjadi sejarah penting di negeri ini
wahai guru kami
predikatmu bukan hanya sebagai pengajar....
tetapi juga sebagai pendidik
sikap & tutur katamu
sungguh kami terkagum
santun sekali...
sungguh berkesan
sebagai penyejuk hati...
profesor yang kami cintai
adalah guru panutan yang pantas kami teladani....
untukmu tahun 2002 kami mengurus status profesor emiritus....
status pengabdianmu dihari tua
hormat kami semua
terimalah yaa Allah
pahlawan kami
taman penantian yang sungguh indah
di surga mahlihgai... jannatun naim
selamat jalan....

(yuswary : pengagum & anak didikmu)

duka kamarlis 01

Related Articles